DON'T GO TO SCHOOL - Jurnal Muslim - Catatan Harian Muslim Indonesia
Headlines News :
Home » , , , , , , , , , , , , , » DON'T GO TO SCHOOL

DON'T GO TO SCHOOL

Written By Soetarna on Rabu, 04 Agustus 2010 | 17.22


Apa yang anda impikan ketika anda sudah lulus study? Menurut saya hampir rata-rata orang akan
menjawab mencari pekerjaan. Dengan modal ijazah anda merasa itu sudah cukup untuk mendapat
pekerjaan, apalagi bagi anda yang mempunyai nilai atau IPK bagus.hmm...sudah tak salah lagi deh
pastinya anda akan semakin bersemangat untuk mencari kerja.Setidaknya itulah fenomena yang saat
ini masih menjadi tren dan terkadang menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian orang,mungkin
termasuk anda didalamnya.Tidak dipungkiri,bahwa pemikiran seperti itu memang telah ditanamkan
dihampir seluruh sekolah di Indonesia,mulai dari tingkat sekolah Dasar sampai ketingkat Doktoral
sekalipun (Setidaknya begitu menurut seorang rekan saya yang kebetulan sudah menyelesaikan
pendidikan doktoralnya di sebuah perguruan tinggi negeri diwilayah depok).Sistem pendidikan di
Indonesia memang menekankan hal tersebut dan itu sudah menjadi sebuah kewajaran.Tiap tahun
Indonesia melahirkan banyak sarjana dari berbagai macam konsentrasi jurusan.Saya pernah
merasakan belajar disebuah perguruan tinggi dipulau sumatra,sampai pada akhirnya saya keluar dari
sana. Saya saat itu sempat melihat proses wisuda dari PT(perguruan tinggi-red)tersebut,anda tahu
berapa banyak jumlah orang yang mengikuti wisuda tersebut?jumlahnya yaitu hampir mencapai
lebih dari 1000 orang.Menurut saya jumlah itu tidaklah sedikit sebab jika kita kalkulasikan dengan
seluruh universitas,akademi,institut atau nama sejenis lainnya akan mencapai jumlah yang
fantastis.sedangkan yang saya tahu,dari satu tempat kuliahan(kampus) biasanya mengadakan acara
wisuda lebih dari satu kali.
Wow!!!jumlahnya pasti sangat banyak.Tapi apa yang terjadi kemudian,setelah mereka mendapatkan
gelar sarjananya,rata-rata dari mereka berbondong-bondong mencari kerja.sehingga terjadilah
kompetisi yang tidak sehat dalam mencari kerja.banyak yang stress karena tidak mendapat kerja
ataupun putus asa karena tidak dipanggil oleh pihak perusahaan.ada juga yang akhirnya mencari
kerja yang tidak sesuai dengan jurusan/konsentrasi yang diambil sewaktu kuliah karena yang
terpikirkan hanya satu,ya pokonya dapat kerja.So what's the next???akhirnya jadilah mereka
pengangguran yang terdidik ataupun berpikiran pendek.Sungguh sangat disayangkan
Namun,kitapun tidak bisa menyalahkan sistem pendidikan di Indonesia sepenuhnya.ada satu faktor
lagi yang sangat tidak bisa diabaikan dari proses pembentukan hidup seseorang,yaitu
lingkungan.Seperti yang kita ketahui,Masyarakat kita pada umumnya akan menganggap bahwa
seorang sarjana adalah orang yang nantinya akan bekerja di sebuah perusahaan besar.Kerja
memakai dasi ditambah setelan pakaian lengan panjang,sepatu pentopel dan lain sebagainya.ada
juga anggapan di masyarakat yang menganggap bahwa seorang sarjana sepantasnya dan seharusnya
menjadi seorang PNS,karena dengan menjadi PNS akan ada keterjaminan kehidupan pada saat
tua.Anggapan-anggapan macam ini akan membuat semacam tekanan mental tersendiri bagi
seseorang yang akhirnya mendapat gelar sarjana,sehingga kebanyakan dari sarjana tersebutpun
ingin membuktikan dirinya mampu seperti yang dikatakan oleh masyarakat.
Padahal,jika rata-rata sarjana tersebut memilih untuk menjadi pengusaha maka ceritanya akan jelas
berbeda.Kehidupan mereka pun akan terangkat,keluargapun akan terangkat dan yang jelas
Indonesia(negeri yang mungkin kita cintai ini)pun akan terkangkat.Menurut Purdi E.Candra-pemilik
dan pendiri PRIMAGAMA-jika semua sarjana di Indonesia menjadi pengusaha maka mungkin kita
tidak akan mengexpor TKI (Tenaga Kerja Indonesia) lagi,bahkan kita akan bisa mengimpor
TKA(Tenaga Kerja Asing).Luar Biasa!!!!
Tapi,sayangnya menjadi pengusaha tidaklah semudah membalikan telapak tangan.perlu proses,perlu
perjuangan,perlu pengorbanan dan yang terpenting perlu perubahan mental.Menjadi pengusaha pun
diperlukan modal,modalnya tidaklah murah.Namun perlu diingat,modal semata-mata bukanlah
selalu urusan duit tapi lebih kepada daya dan upaya serta kuatnya keinginan.Menjadi pengusaha
akan menjadi sangat sulit jika anda hanya memetingkan keamanan finansial pada awal
membangun.karena didunia usaha tidak dikenal istilah aman,dunia usaha selalu beresiko tapi itu
sebanding dengan apa yang akan didapatkan.Ada sebuah ungkapan ungkapan yang kurang lebih
berbunyi seperti berikut;
LOW INVESTMENT-LOW RISK-LOW RETURN
HIGH INVESTMENT-HIGH RISK-HIGH RETURN
semuanya akan berbanding lurus dengan daya dan upaya juga keinginan kuat kita.dalam dunia
usaha tidak diperlukan sebuah title ataupun ijazah anda.karena terkadang banyak hal yang berbeda
dengan berbagai macam teori yang anda pelajari di tempat study anda.Ditempat kuliah anda dituntut
untuk mengoptimalkan otak kiri anda sedangkan didunia usaha kita dituntut untuk berkembang
dengan otak kanan.Di sekolah/kampus sangat dilarang keras untuk mencontek, sedang dalam dunia
usaha kita dituntut untuk pandai-pandai mencontek.mencontek cara-cara yang telah dipakai oleh
orang sukses sebelum kita.Jadi jika anda ingin mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk
pembentukan karakter di masyarakat kelak maka pergilah ke sekolah/kampus,namun jika anda ingin
pergi sekolah/kampus HANYA untuk mencari kerja saran saya berhentilah segera.Seperti yang di
katakan oleh ROBERT T.KIYOSAKI (MOTIVATOR,TRAINER ENTREUPREUNEUR
INTERNATIONAL) dalam sebuah bukunya yang fenomenal ”IF YOU WANT TOBE RICH DON'T
GO TO SCHOOL”. Terimakasih
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Beretorika?

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jurnal Muslim - Catatan Harian Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger