Jurnal Muslim - Catatan Harian Muslim Indonesia
Headlines News :

Latest Post

Test

Written By Soetarna on Sabtu, 24 Agustus 2013 | 22.43

hadfsghjghghj jhfhjfhgf jhgjhfgjh mjgjfhjgv mjhgjyfgjfv hfyfyf

10 alasan kenapa orang Banten harus memilih KH Jazuli Juwaini sebagai Gubernur Banten

Written By Soetarna on Selasa, 07 Juni 2011 | 08.31

Alasan 1# Harapan
Jika kita melakukan perjalanan ke suatu tempat, lalu di tengah perjalanan kita menemukan 3 simpangan dan saat itu kita tidak mengetahui jalan mana yang akan mengantarkan kita ke tujuan maka sudahlah barang tentu kita akan mencobanya satu persatu jalan tersebut. Kita tentu akan sangat berusaha mengetahui jalan mana yang terbaik yang akan mnegantarkan kita ke sana(baca:tujuan). Setelah mencoba 2 jalan, ternyata diketahui bahwa 2 jalan tersebut buntu dan bahkan ada jalan yang sangat rusak yang ujungnya menuju jurang. Tentunya juga jika kita melewati 2 jalan itu maka bisa berakibat fatal, karena sudah kita coba 2 jalan tersebut dan tangan dan kaki kita pun terluka karena sangat sulitnya dilewati bahkan jika kita teruskan bisa mengancam nyawa. Akhirnya, daripada kita terus mengikuti 2 jalan itu lebih baik kita kembali ke persimpangan dan mencoba 1 jalan alternatif yang masih tersedia. Apakah ada jaminan bahwa 1 sisa jalan tersebut baik dan bisa mengantarkan ketujuan dengan mudah? Tentu saja tidak ada jaminan, karena kita tidak tahu jalan tersebut baik atau tidak. Namun, tentu saja satu jalan yang tersisa itu masih lebih baik dibanding 2 jalan sebelumnya yang sudah jelas-jelas kita ketahui buruk.  Setidaknya satu jalan tersebut memberikan satu hal pada kita, HARAPAN. Kita berharap jalan tersebut adalah jalan yang baik sehingga kita bisa melewatinya dengan mudah.
Harapan adalah alasan mengapa seseorang bertahan dari segala ujian dan tantangan dalam kehidupan. Banyak orang yang akhirnya kehilangan harapan lalu menyerah dalam kehidupan dan menurut saya itu adalah hal yang tidak baik. Tentu saja dengan harapan kita bisa survive dalam hidup kita. Kenapa? Karena Harapan memberikan satu kenyataan pada kita bahwa kita masih hidup dan masih punya masa depan. Walaupun kita tak pernah tahu apakah harapan itu bisa tercapai atau tidak tapi kita bolehlah merasa bangga karena kita pernah berharap. Dalam hidup selalu ada 2 hal yang berlawanan, begitu juga dalam setiap pilihan kita dan dalam harapan kita. Bisa berhasil atau gagal. Jika ada satu jalan dimana ia menawarkan antara sukses dan gagal pertanyaannya kenapa kita harus memilih 2 jalan yang hanya menawarkan satu hal, terlebih satu hal tersebut berupa kegagalan.
Begitu juga dalam pemilihan kepala daerah, Banyak calon pemimpin yang menjanjikan banyak hal namun dia tidaklah berkaca pada kondisinya saat ini. Ia mengatakan jika saya memimpin daerah ini maka saya akan begini dan begitu, pertanyaannya jika memang ia ingin melakukan begini dan begitu kenapa tidak sejak dulu apalagi seperti yang diketahui misalnya dia saat ini adalah pemimpin suatu daerah.
Kita semua tentu bisa mengambil pelajaran dari ilustrasi diatas, segimanapun 2 jalan yang telah kita ketahui keburukannya menjanjikan berbagai hal kepada kita, dengan berbagai plang atau papan nama yang menjanjikan atau baliho dan spanduk indah , pertanyaannya masihkan kita mau melewati 2 jalan tersebut? Tentu saja tidak, karena disana tidak ada lagi harapan. Mungkin ada diantara anda yang bertanya atau ngedumbel dalam hati, itukan jalan tapi inikan orang mana bisa disamakan? Yah, memang tidak bisa disamakan. Tapi saya pastikan tidak akan jauh beda. Waktu 5 tahun adalah waktu yang lama, Jika dalam bisnis, waktu 5 tahun adalah waktu dimana sebuah perusahaan membuktikan eksistensinya, dimana setelah 5 tahun akan dilakukan review apakah perusahaan itu gagal atau berhasil. Jika gagal biasanya perusahaan itu akan ditutup atau di merger atau di jual atau ganti nama dan cara-cara lainnya. Jika sukses barulah dilanjutkan ke 5 tahun selanjutnya. Lalu bagaimana dengan Banten, menurut saya kepemimpinan banten saat ini GAGAL. Anda boleh berpendapat lain, karena itu adalah pendapat saya pribadi.
Oleh karena itu mari kita memilih pemimpin yang masih memberikan kita harapan untuk maju bersama, Karena keberhasilan harusnya dimulai dengan impian-impian dan impian itu adalah Harapan. Saat ini harapan Banten ada pada sosok KH Jazuli Juawaini, Insyalloh…

Apakah Harapan saja sudah cukup? Tentu saja belum. Oleh karena itu silahkan dibaca artikel selanjutnya yang akan lebih meyakinkan anda untuk memilih yang terbaik

Melindungi facebook anda dari pembobolan

Written By Soetarna on Sabtu, 19 Februari 2011 | 11.00

      Informasi difacebook yang sangat lengkap, status-status narsis,foto-foto yang menggoda,ataupun kegenitan-kegenitan yang anda lakukan difacebook ternyata bisa saja mengundang orang lain untuk berbuat iseng. Mulai dari yang hanya sekedar ingin jail atau memang memiliki niat-niat tertentu untuk berbuat kejahatan. Mereka biasanya akan berupaya mencari semaksimal mungkin password facebook anda agar bisa menguasai akun anda atau ingin tahu apa yang anada sembunyikan didalam akun facebook anda tersebut. Hah, mang bisa ya??mungkin anda berpikiran demikian, tapi selama masih berada didunia maya segalanya menjadi mungkin atau bisa jadi nyata. Banyak cara untuk bisa mengetahui atau bahkan mengusai facebook seseorang. Mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling ribet sekalipun. Saya ingin menekankan pada anda bahwa serumit apapun password yang anda gunakan untuk facebook anda itu menjadi sesuatu yang sia-sia atau percuma. Sederhana ataupun rumit itu sama saja dalam kasus ini. Baiklah saya akan sedikit menjelaskan bagaimana seseorang bisa “merebut” facebook anda. Yang akan saya ungkapkan adalah cara yang paling sederhana dari semua cara pembobolan facebook, setidaknya itu menurut saya ^_^.
      Cara paling sederhana mengambil akun facebook seseorang adalah dengan cara menguasai terlebih dahulu akun email anda yang terhubung dengan facebook anda. Apakah anda merasa aman dengan email anda???lalu bagaimana caranya seseorang menguasai email anda padahal dia tidak mengetahui password email anda??. Suatu saat saya pernah mencoba membobol facebook milik seseorang yang orang tersebut tidak saya kenal sama sekali. Saya cari tahu email yang terhubung dengan facebook milik orang tersebut, setelah saya tahu email yang terhubung saya pun langsung mencoba meretas email tersebut untuk menguasai  facebooknya. Walaupun saya tidak mengetahui  password emailnya saya menggunakan fasilitas yang seolah-olah saya adalah pemilik akun email tersebut. Lalu saya disuguhkan pertanyaan-pertanyaan yang harus saya jawab dan sejujurnya saya tidak mengetahui jawabannya ^_^. Anda tahu darimana saya dapatkan jawabannya??yupz!!benar sekali dari facebook orang tersebut karena informasi profilnya lengkap sekali atau setidaknya saya bisa menebak jawaban jdari semua informasi yang tersaji disana(facebook-red).akhirnya setelah sekian menit berjibaku dengan emailnya saya bisa juga menguasai facebook dengan cara mengirim ulang password atau kata kunci facebook ke email tersebut.
Baiklah lalu sekarang bagaimana caranya melindungi facebook kita,mungkin cara-cara dibawah ini belum begitu efektif namun setidaknya bisa meminimalisir pembobolan faebook yang kita miliki;
  1.  Jika anda membuat email maka saran saya buatlah di google mail atau gmail, bukan maksud promosi atau ada maksud tertentu tapi sepanjang pengalaman saya email yang dibuat di gmail lebih secure. Namun jika anda sudah terlanjur memiliki email di yahoo, maka buatlah kunci email anda. Kunci ini adalah layanan baru yang disediakan oleh yahoo untuk pengguna emailnya.kunci ini berbeda dengan password. Silahkan anda cek langsung diyahoo mail. Ada dibagian atas sebelah kanan. (maaf karena inet sedang lemot jadi gambarnya lom bisa disediakan)
  2.  Buatlah pertanyaan rahasia email anda yang benar-benar rahasia. Masih ingat ketika anda membuat email maka anda diharuskan memilih pertanyaan rahasia, biasanya jumlahnya 2 pertanyaan. Maksudnya jika anda memilih pertanyaan tentang nama guru anda maka jangan dijawab yang sebenarnya nama guru anda.jawab saja misalnya dengan meja atau topi atau apapun itu yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan tersebut. Tapi ingat, tulis jawabannya lalu save ditempat yang aman agar jika and a lupa anda bisa melihatnya kembali nanti.
  3.  Buatlah password yang tidak mencerminkan diri anda. Yah, walaupun diatas saya katakan bahwa password yang rumit pun sia-sia setidaknya ini adalah pertahanan anda yang pertama. Jangan membuat password yang sesuai dengan kepribadian anda. Misalnya jika anda seorang pemusik jangan membuat password seperti “gitar”,”drum” atau yang ada hubungannya dengan anda.kenapa anda tidak membuat password yang bahkan kata itu baru anda buat misalnya”simantarana”,”51m4ntar4na”, dan lain sebagainya
  4.   Jangan pernah sajikan informasi profil yang sangat lengkap di facebook anda. Sehingga itu bisa dijadikan alat untuk “membaca” anda
  5. Yang terakhir (insyalloh), jangan pernah memberikan password anda pada siapapun apalagi itu baru sekedar pacar. Terlalu berbahaya dan terlalu riskan          
Baiklah mungkin itulah beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk menjaga akun facebook atau email anda. Informasi yang saya sajikan sengaja tidak saya sertakan dengan gambar dan cara yang detail karena khawatirnya setelah membaca artikel ini ada yang langsung praktek ^_^

KUNAMAKAN DIA CINTA-seorang pengajar tanpa gelar sarjana

Written By Soetarna on Rabu, 04 Agustus 2010 | 17.28


Malam ini begitu sunyi,karena memang tak ada piring yang pecah ataupun gelas yang retak, Yang
ada hanyalah bunyi jam yang berdetak, tikus yang sedang mencari makan dan juga aku yang sedang
menuliskan lembaran skenario kehidupan.Hmmm....aku jadi teringat pada seseorang disana,seorang
anak kecil, yah mungkin tak terlalu kecil, namun dia selalu menganggap dirinya kecil saat bersama
denganku.Dia seorang laki-laki,hitam,kumel,dan bau(setidaknya begitu,menurut orang-orang
disekitarku).Namun bagiku,dia anak yang hebat,bersih dan lugu,sehingga dia lebih banyak berkata
jujur,berbeda sekali dengan kita yang mungkin karena pendidikan yang begitu tinggi kita sering
memainkan kata-kata hanya untuk menutupi segala hal tentang gejolak jiwa.”Bang??”sapanya
padaku”ya kenapa?””jawabku sekenanya”abang tau ga gw dari mana?”tanyanya lagi”hmm...dari
Alloh”jawabku sambil memainkan bibir bermaksud hendak memberi senyum”abang ada-ada
aja,maksud gw,abang tau ga sebenernya gw itu anaknya siapa,asalnya dari mana,ama yang laenlaenya,
tau ga????””””””hmmmmm...ga tw,emang dari mana??”tanyaku””gw juga ga tw bang,gw
dari mana.dan gw pikir juga ga penting buat nyari tw.tapi kalo kata orang-orang gw dari metromini
bang”””jelasnya””loh ko metromini???”aku agak sedikit mengeryitkan dahi””ya elah bang,kaya
yang kaga tau aja.gw kan tiap hari ngamen di metromini bang hahahahhah.......””””oooo dasar
kamu”””””bang sekola kayanya enak ya bang,kalo mau jajan tinggal minta,belajar,trus dapet
beasiswa keluar negeri.coba gw kaya gitu ya bang.ga mungkin nih gw ngejar-ngejar metromini tiap
ari””””ga juga ko de(panggilan akrabku buat dia),abang dulu sekolah waktu SD biayain
sendiri.abang kerja jual jambu putih,trus abang juga kerja bikin peti kayu.tiap pulang sekolah abang
kerja dipabrik.biasanya kalo ga sore,abang pulang malem””sekolah itu enak kalo kita punya
biayanya hehehe.....””jawabku panjang lebar
“ya juga si bang,gw mah ma anak-anak(teman-teman-red) kagak bisa sekola ya karena itu
bang,duit.masuknya duit,beli pakaian pake duit,bulanan pake duit juga,mau lulusan duit lagi aja
hmm...makanya gw kagak sekola.daripada buat sekola mendingan gw pake makan tu duit,ya
ga???”””””ya aja deh...daripada bonyok hehe....”””
malam itu pun kami akhiri setelah waktu menunjukan jam 2 malam.akupun segera namun kulihat
dia masih semngat untuk sekedar memetik gitar kecil miliknya atau lebih tepatnya harta dia satusatunya.”
bang,gw besok ada yang mau diomongin.jangan lupa kesini bang.kalo ga dateng nyesel
loh!!!””teriaknya sambil melambaikan tangan””Siiip””jawabku
Keesokan harinya
“”'bang,,gw ma anak-anak kayanya mau pergi nih.mau pulang kampung,gimana menurut
abang???”””tanyanya mengawali percakapan kami”maksudnya??””””””abang ini pura-pura
bego,ato emang bego beneran si hahaha....””tanya dia kembali”””ya..maksud abang kenapa tiba-tiba
gini.ampe semua mau pada balik”tanyakua pada yang hadir disitu””ga semua ko bang,masih ada 3
orang yang masih nyangkut disini haha...yang mau pulang cuma kita-kita yang dari jawa
timur.lagian juga bukannya abang yang nyuruh kita pulang???””””kapan??”””waktu itu abang
bilang kita kudu berbuat baik ama orang tua kita,seburuk apapun mereka tetep mereka orang tua
kita,mereka surga dan nerakanya kita..gw kangen bang ama nyokap””ya juga si.yaudah gpp,kalo itu
mang udah maunya kalian.tapi pada punya ongkos ga nih???”””””'punya lah,orang kita nabung tiap
ari buat pulkam,mang cuma abang doang yang bisa nabung yeyeyeyeye.....”””akhirnya akupun
melepas kepergian mereka,namun,disaat mereka akan pergi,aku diberi secarik kertas oleh
mereka,yang isi tulisan dalam kertas itu aku hafal satu persatu,isinya kuang lebih seprti ini;
“””Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
bang,gw ngewakilin anak-anak.mau ngucapin maksih ama abang.udah mau berbagi ama kitakita.
gw ngumpulin omongan dari anak-anak disurat ini.yang hampir semua dari kita mau ngucapin
makasih ama abang.bang gw tau kuliah abang sekarang lagi acak-acakan banget.nilai abang
ambruk,gw juga tau abang bukan orang kaya.tapi gw yakin bang kalo abang adalah bukan orang
biasa.nanti gw bakalan pulang lagi ke jakarta.mungkin 3 bulanan gw balik lagi kesono.bang kalo
bisa abang jangan jadi karyawan,tapi abang usaha dagang aja.kayanya abang lebih
cocok.lagian,kalo abang jadi karyawan ntar yang ngurus anak-anak siapa.tapi kalo buat persiapan si
gpp,udah punya calon kan bang?????hehehe.......bang,gw bakalan kangen ama abang.ama bintangbintang
dijakarta.abang tau lah,gw tidur dimana??hehe....gw sekrang ini cuma berharap,moga moga
kita semua di jatim bisa nemuin bintang-bintang yang terang kaya dijakarta.juga moga-moga
keluarga kita masih nerima kita.bang,doaian kita ya bang.gw bener2 berharap 3 bulan gw bisa balik
lagi ke jakarta dan bareng-bareng lagi kita ngeliat bintang.moga masih seterang saat ini.gw suka
bintang bang,karena cuma itu yang bisa gw liat yang indah dan gratis hehe....udah dulu ya bang,gw
ga bisa nulis nih.ini juga ampir semingguan gw nulisnya.salam buat temen-temen....”””
satu bulan kemudian,aku mendengar berita yang tidak mengenakan.ternyata dia tidak bisa
memenuhi janjinya,untuk bersama-sama kembali melihat bintang dilangit jakarta.karena dia akan
selamanya melihat bintang di jatim.dia wafat karena suatu penyakit dan diapun telah pergi.Ternyata
semuanya harus berakhir sampai disini.Semoga diterima disisi-Nya,amin....


To::
seseorang yang merindukan bintang dan juga kedamaian dalam setiap jengkal kaki.sebuah cinta
yang tak akan sirna oleh terpaan marabahaya,seorang penderma dan seorang pengajar kehidupan
tanpa gelar sarjana.
De,aku belajar banyak padamu.Terimakasih

Seruan Bercinta


Kawan
Setiap cinta pastilah membutuhkan pengorbanan. Bagaikan suatu usaha yang memerlukan modal,maka
cintapun membutuhkan modal yang tentunya untuk mendapatkan keuntungan. Namun,keuntungan dari cinta
bukanlah materi,uang atau harta tak penting. Keuntungan dari cinta tak terperinci dan tak terkatakan. Jika
boleh dikatakan gaib,maka cinta adalah sesuatu yang lebih gaib jika dibandingkan dengan setan ataupun
hantu-hantu yang akhir-akhir ini mulai menjadi eksploitasi materi oleh media ataupun oleh diri
perseorangan. Cinta tanpa modal, bagaikan handphone tanpa casing. Tak indah, Tak sedap dan tentunya tak
menarik tuk dilihat terlebih tuk digenggam. Cinta tanpa Modal bagaikan lautan tanpa rasa asin, tak tegas.tak
bedanya dengan air tawar yang tak jelas rasanya. Menyejukan tapi tanpa rasa, sehingga perlu ditambah ini
dan itu untuk menambah asyiknya meminum air tersebut. Perhitungan laba dan rugi cinta tak bisa
menggunakan rumus eksakta yang terkadang menjemukan, membosankan dan lebih terlihat hedonis. Karena
terkadang eksakta hanya memunculkan satu hal, yaitu angka. Sehingga terkadang,semua orang
menggunakan angka untuk mengukur sehebat apa kekayaan seseorang, dengan angka terkadang kita
menimbang bisa sebahagia apa dimasa depan, bahkan yang lebih tragis dengan angka terkadang kita
menentukan tingkat keilmuan seseorang. Masyalloh...
Kawan
Anda tidak dapat menolak kata-kata saya karena saya tau bahwa nilai sekolah kalian ditentukan dengan
angka,nilai kelulusan dengan angka,bahkan nilai kalian di tempat kerja saat ini ditentukan nilai angka IPK di
tempat anda dahulu kan?yah, begitulah eksakta, yang hanya bisa menilai nilai luar,nilai fisik dan nilai harta.
Namun,tidak begitu dengan cinta, cinta hanya bisa dinilai dengan hati. Hati bukanlah nilai eksakta,bukan
juga Harta,terlebih nilai gaji anda.Hati bisa menentukan seberapa besar cinta anda terhadap cinta.
Namun, sayangnya saat ini banyak cinta yang terbuang sia-sia. Diobral dijalanan ibukota atau di pinggiran
sawah pedesaan. Cinta lebih bisa diartikan dengan genggaman tangan, ciuman atau hal-hal lain, yang
membuat cinta menjadi sesuatu yang tidak mengasyikan. Bahkan perlakuan seperti itu bisa membuat nilai
cinta menjadi rendah. Karena nilai cinta tergantung dari penggunanya. Jika cinta ditempatkan pada tempat
yang seharusnya maka cinta itu indah, sedap dan manis rasanya. Tapi jika cinta sudah diobral sana sini,
diperdagangkan dengan $ ataupun Rp, dan cara-cara khas gaya bercinta anak SMA. Hmmm...tentunya anda
sudah pasti mengerti maksud saya apa.
Ayolah kawan, jika kalian mengerti, cinta itu akan indah pada waktunya. Mungkin bukan saat ini, tapi nanti.
Nanti setelah kita menemukan potongan tulang rusuk kita. Atau anda telah menemukan badan anda
seutuhnya.
Memory cinta waktu SMA, tak kan terlupakan, karena itu akan menjadi kenangan. Tapi, bukan berarti itu
menjadi patokan untuk tidak mencintai kembali. Banyak hal yang perlu kita cintai daripada harus terusmenerus
menangisi masa lalu. Masa lalu hanya kenangan,bukan penentu arah kehidupan, percuma ditangisi,
hanya membuat kita lemah dan cengeng dalam hidup. Baca SMS mu kawan, jika lebih banyak kata-kata
cinta yang tak sewajarnya dilakukan saat ini maka yakinlah itu bukan cinta, tapi hanya jebakan setan
laknatullah yang menginginkan kita menemaninya di neraka kelak. Maukah kalian menemani Setan
Laknatullah di satu bagian selain Syurga diakhirat kelak???saya mendengar jawaban itu dan tentunya kita
tidak menginginkan menjadi makhluk abadi yang menempati tempat yang paling membuat kita ngeri.Bukan
cuma ibumu atau ayahmu yang berpesan, bahkan Alloh SWT, tuhanmu dan tuhanku telah berpesan bahkan
sekaligus menegur kita dalam surat cinta-Nya kepada hamba-Nya “dan jangan kau dekati zina”, begitulah
kira-kira salah satu kalimat dalam surat cinta-Nya.
Kawan, saat ini kita sedang sama-sama berjuang. Berjuang mencari cinta,mendapatkannya dan
menggenggam erat cinta-Nya.percayalah,suatu saat nanti cinta itu akan kita dapatkan. Dengan sepenuh hati
kita bisa mencintai. Dan dari situ akan muncul efek ataupun laba dari kita mencintai yaitu kebahagiaan dunia
dan akhirat, Amin,,,,. SEMOGA.......
nb://Ya Alloh, kelak berikanlah padaku bagian tulang rusukku yang mencintai-Mu, Sehingga kami bisa
sama-sama berjuang meraih cinta-Mu, Amin.....


To:
untuk seorang kawan yang berada nun jauh disana, maaf ku sampaikan tulisan ini kepada khalayak, karena
ku rasa tidak hanya engkau yang memiliki masalah Cinta tapi juga kami semua

Saatnya Menatap Langit


Seperti biasanya, beberapa hari yang lalu saya mengunjungi beberapa rekan jalanan saya. Kami
selalu rutin bertemu minimal sekali dalam seminggu. Dalam pertemuan itu kami selalu
memperbincangkan banyak hal yang penting menurut versi kami. Saat itu yang hadir hanya sekitar
7 orang, kira-kira umurnya seusia saya dan ada satu orang yang sudah berusia diatas 30
tahunan(setidaknya begitu menurutnya). Ketika sedang asyik ngobrol ngalor ngidul, ada salah
seorang teman yang bertanya pada saya “Bang, sebenernya ada ga si Undang-undang buat anak
jalanan?”. Pertanyaan singkat, namun menurut saya ini bukan pertanyaan biasa. Bagi anda yang
pernah berkecimpung atau setidaknya tahu sedikit tentang kehidupan jalanan mungkin anda akan
mengatakan bahwa pertanyaan itu adlah pertanyaan luar biasa. Saya pun berpikir demikian.
Ketika saya tanya balik, kenapa beliau menanyakan hal tersebut, kira-kira seperti inilah jawabannya
“Bosen bang, tiap hari kita kudu sembunyi-sembunyi dari petugas. Kalo kita ketauan, kita
ditangkep. Katanya dimasukin yayasan, eh diyayasan bukannya seneng malah kita diperlakuin udah
kaya bukan orang. Makan aja ama nasi aking. Makanya gw tanyain yang kaya begituan”
Yah,begitulah kira-kira.
Dalam tulisan ini saya tidak ingin menyalahkan siapapun atau bermaksud memojokan siapapun.
Saya ingin kita berpikir lebih realistis. Tidak berpikir serampangan yang hanya bisa menvonis orang
atau sekelompok orang itu buruk.
Saya sering berdebat dengan rekan-rekan saya tentang anak jalanan. Menurut mereka anak jalanan
itu adalah orang-orang yang tidak punya kerjaan, pemalas, peminta-minta dan tidak bisa dipercaya.
Saya selalu bertanya alasan apa yang menyebabkan mereka berpikir demikian. Ada yang beralasan,
karena dari pakaian aja kaya gitu, dekil, kumel dan lain-lain. Bahkan ada diantara mereka yang
mengatakan alasan yang menurut saya tidak logis, mereka mengatakan karena kaka gw pernah
kecopetan lah, tetangga gw dijambret lah, klo ngamen suka nagncam lah dan lain-lain.Begitulah
hampir kebanyakan orang orang memandang kehidupan temen-temen jalanan. Selalu negatif.
Padahal sebenarnya, jiak kita tahu tentang mereka lebih dalam. Kita akan menemukan nauansa yang
berbeda, seperti apa yang kita pikirkan. Bahkan menurut saya kita bisa belajar banyak dari mereka.
Sepanjang pengetahuan saya, mereka tidak seperti apa yang kita sangkakan. Mereka adalah
sekumpulan orang yang memiliki semangat hidup yang tinggi, mandiri dan meiliki rasa solidaritas
yang luar biasa. Tapi yasudahlah, biarkan saja orang-oarang yang menganggap dan melihat hanya
dari sisi negatif saja.
Kembali pada UU(Baca:Undang-undang), adakah UU anak jalanan?Menurut saya tidak ada.
Ya,walaupun di UUD'45 tertulis “orang miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara” tapi tetap
saja itu hanya retorika. Begitulah seperti biasanya, HANYA RETORIKA!!!!
Lalu bagaimana jika seandaiinya dikemudian hari UU ini ternyata di buat? Menurut anda apakah
akan berhasil menjadi sebuah action yang nyata?? Menurut saya tidak, lagi-lagi itu hanya akan
menjadi retorika semata. Mengapa?Karena yang membuat undang-undang tersebut bukan dari
jalanan atau setidaknya mereka tidak pernah bersentuhan. Mereka lebih banyak tahu tentang teori
semata karena begitulah mungkin cara mereka belajar. CUMA TEORI!!! Mereka terlalu melangit.
Melihat segalanya dari kursi mereka, bukan dari kursi kita. Jangankan mebicarakan anaka jalanan,
membicarakan hal-hal lain yang mungkin lebih substantifpun mereka hanya bisa beretorika. Wajar
saja jika saat ini kita kecewa dengan mereka, ya...walaupun harus tetap diakui bahwa ada diantara
mereka yang bisa merasa bahwa betapa gersangnya kita. Beginilah negeri ini, selalu begitu dari
masa kemasa. Tak pernah berubah, para penguasa bagaikan dilangit dan kita hanyalah seperti hewan
melata yang berada di bumi. Oleh karena itu, kini saatnya kita menatap langit dan mengatakan pada
nya “MEMBUMILAH!!!”

DON'T GO TO SCHOOL


Apa yang anda impikan ketika anda sudah lulus study? Menurut saya hampir rata-rata orang akan
menjawab mencari pekerjaan. Dengan modal ijazah anda merasa itu sudah cukup untuk mendapat
pekerjaan, apalagi bagi anda yang mempunyai nilai atau IPK bagus.hmm...sudah tak salah lagi deh
pastinya anda akan semakin bersemangat untuk mencari kerja.Setidaknya itulah fenomena yang saat
ini masih menjadi tren dan terkadang menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian orang,mungkin
termasuk anda didalamnya.Tidak dipungkiri,bahwa pemikiran seperti itu memang telah ditanamkan
dihampir seluruh sekolah di Indonesia,mulai dari tingkat sekolah Dasar sampai ketingkat Doktoral
sekalipun (Setidaknya begitu menurut seorang rekan saya yang kebetulan sudah menyelesaikan
pendidikan doktoralnya di sebuah perguruan tinggi negeri diwilayah depok).Sistem pendidikan di
Indonesia memang menekankan hal tersebut dan itu sudah menjadi sebuah kewajaran.Tiap tahun
Indonesia melahirkan banyak sarjana dari berbagai macam konsentrasi jurusan.Saya pernah
merasakan belajar disebuah perguruan tinggi dipulau sumatra,sampai pada akhirnya saya keluar dari
sana. Saya saat itu sempat melihat proses wisuda dari PT(perguruan tinggi-red)tersebut,anda tahu
berapa banyak jumlah orang yang mengikuti wisuda tersebut?jumlahnya yaitu hampir mencapai
lebih dari 1000 orang.Menurut saya jumlah itu tidaklah sedikit sebab jika kita kalkulasikan dengan
seluruh universitas,akademi,institut atau nama sejenis lainnya akan mencapai jumlah yang
fantastis.sedangkan yang saya tahu,dari satu tempat kuliahan(kampus) biasanya mengadakan acara
wisuda lebih dari satu kali.
Wow!!!jumlahnya pasti sangat banyak.Tapi apa yang terjadi kemudian,setelah mereka mendapatkan
gelar sarjananya,rata-rata dari mereka berbondong-bondong mencari kerja.sehingga terjadilah
kompetisi yang tidak sehat dalam mencari kerja.banyak yang stress karena tidak mendapat kerja
ataupun putus asa karena tidak dipanggil oleh pihak perusahaan.ada juga yang akhirnya mencari
kerja yang tidak sesuai dengan jurusan/konsentrasi yang diambil sewaktu kuliah karena yang
terpikirkan hanya satu,ya pokonya dapat kerja.So what's the next???akhirnya jadilah mereka
pengangguran yang terdidik ataupun berpikiran pendek.Sungguh sangat disayangkan
Namun,kitapun tidak bisa menyalahkan sistem pendidikan di Indonesia sepenuhnya.ada satu faktor
lagi yang sangat tidak bisa diabaikan dari proses pembentukan hidup seseorang,yaitu
lingkungan.Seperti yang kita ketahui,Masyarakat kita pada umumnya akan menganggap bahwa
seorang sarjana adalah orang yang nantinya akan bekerja di sebuah perusahaan besar.Kerja
memakai dasi ditambah setelan pakaian lengan panjang,sepatu pentopel dan lain sebagainya.ada
juga anggapan di masyarakat yang menganggap bahwa seorang sarjana sepantasnya dan seharusnya
menjadi seorang PNS,karena dengan menjadi PNS akan ada keterjaminan kehidupan pada saat
tua.Anggapan-anggapan macam ini akan membuat semacam tekanan mental tersendiri bagi
seseorang yang akhirnya mendapat gelar sarjana,sehingga kebanyakan dari sarjana tersebutpun
ingin membuktikan dirinya mampu seperti yang dikatakan oleh masyarakat.
Padahal,jika rata-rata sarjana tersebut memilih untuk menjadi pengusaha maka ceritanya akan jelas
berbeda.Kehidupan mereka pun akan terangkat,keluargapun akan terangkat dan yang jelas
Indonesia(negeri yang mungkin kita cintai ini)pun akan terkangkat.Menurut Purdi E.Candra-pemilik
dan pendiri PRIMAGAMA-jika semua sarjana di Indonesia menjadi pengusaha maka mungkin kita
tidak akan mengexpor TKI (Tenaga Kerja Indonesia) lagi,bahkan kita akan bisa mengimpor
TKA(Tenaga Kerja Asing).Luar Biasa!!!!
Tapi,sayangnya menjadi pengusaha tidaklah semudah membalikan telapak tangan.perlu proses,perlu
perjuangan,perlu pengorbanan dan yang terpenting perlu perubahan mental.Menjadi pengusaha pun
diperlukan modal,modalnya tidaklah murah.Namun perlu diingat,modal semata-mata bukanlah
selalu urusan duit tapi lebih kepada daya dan upaya serta kuatnya keinginan.Menjadi pengusaha
akan menjadi sangat sulit jika anda hanya memetingkan keamanan finansial pada awal
membangun.karena didunia usaha tidak dikenal istilah aman,dunia usaha selalu beresiko tapi itu
sebanding dengan apa yang akan didapatkan.Ada sebuah ungkapan ungkapan yang kurang lebih
berbunyi seperti berikut;
LOW INVESTMENT-LOW RISK-LOW RETURN
HIGH INVESTMENT-HIGH RISK-HIGH RETURN
semuanya akan berbanding lurus dengan daya dan upaya juga keinginan kuat kita.dalam dunia
usaha tidak diperlukan sebuah title ataupun ijazah anda.karena terkadang banyak hal yang berbeda
dengan berbagai macam teori yang anda pelajari di tempat study anda.Ditempat kuliah anda dituntut
untuk mengoptimalkan otak kiri anda sedangkan didunia usaha kita dituntut untuk berkembang
dengan otak kanan.Di sekolah/kampus sangat dilarang keras untuk mencontek, sedang dalam dunia
usaha kita dituntut untuk pandai-pandai mencontek.mencontek cara-cara yang telah dipakai oleh
orang sukses sebelum kita.Jadi jika anda ingin mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk
pembentukan karakter di masyarakat kelak maka pergilah ke sekolah/kampus,namun jika anda ingin
pergi sekolah/kampus HANYA untuk mencari kerja saran saya berhentilah segera.Seperti yang di
katakan oleh ROBERT T.KIYOSAKI (MOTIVATOR,TRAINER ENTREUPREUNEUR
INTERNATIONAL) dalam sebuah bukunya yang fenomenal ”IF YOU WANT TOBE RICH DON'T
GO TO SCHOOL”. Terimakasih

Blog Blog Blog.....

Written By Soetarna on Minggu, 01 Agustus 2010 | 12.22


PENGERTIAN BLOG
Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Secara garis besar, Weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah, seperti karya tulis, kumpulan link internet, dokumen-dokumen(file-file WOrd,PDF,dll), gambar ataupun multimedia.
Para pembuat blog dinamakan Blogger. Melalui Blognya, kepribadian Blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai, apa tanggapan terhadap link-link yang di pilih dan isu-isu didalamnya. Oleh karena itu Blog bersifat sangat personal.
Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika Blog memuat tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di Internet. Satu-satunya hal yang membedakan Blog dari Diary atau Jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain.
SEJARAH BLOG
Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman "What’s New" pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Kalau kita masih ingat, Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya Internet Explorer bahkan sebelum Nestcape.
Kemudian pada Januari 1994 Justin Hall memulai website pribadinya "Justin’s Home Page" yang kemudian berubah menjadi "Links from the Underground" yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang.
Hingga pada tahun 1998, jumlah Blog yang ada masih sangat sedikit. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang Internet, System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog mereka sendiri.
Namun saat ini, kita tidak perlu menjadi seorang programmer untuk menjadi seorang Blogger, karena kita dapat menampilkan seluruh isi dalam web dengan mudah melalui menu editor yang telah disediakan.
Keuntungan dari penggunaan Weblog antara lain:

1. Melalui weblog,kita dapat memperluas hubungan teman/ kenalan hingga dapat membentuk suatu komunitas yang besar.
2. Weblog melebihi surat elektronik (Email), karena satu posting blog yang anda bahas, dapat dibaca oleh pengunjung blog yang tak terbatas. Beda dengan email yang hanya bisa dibaca oleh orang yang kita kirimkan. Selain itu, pengunjung blog juga dengan cepat dapat memberikan respon terhadap posting blog melalui komentar yang dapat langsung dituliskan di blog tersebut.

Seiring perkembangan weblog dari waktu ke waktu, pengertian weblog juga akan berkembang seiring dengan ide - ide dan kemauan para Blogger.



sumber://blog.bukukita.com/?nav=helpArtiBlog

Bolehkah Wanita Bekerja?

Written By Soetarna on Selasa, 29 Juni 2010 | 23.58


Semoga bermanfaat, Amin...


Pertanyaan:


Saya ibu dengan satu bayi putri. Saya bekerja sebagai PNS di Depdiknas. Mohon nasihatnya, setelah saya belajar Islam dengan manhaj Salaful ummah ini, timbul dilema antara melanjutkan karir atau mempersiapkan diri untuk keluar dari pekerjaan dan menjadi ibu yang full time di rumah. Masalahnya adalah saya kurang pandai bekerja di rumah, sekarang ini walau tak ada pembantu saya masih bisa mengurus rumah walaupun seadanya.

Khawatirnya jika saya tetap bekerja, akan bertentangan dengan surat Al Ahzab ayat 33 bahwa tempat wanita adalah rumahnya. Mohon nasihatnya ustadz, agar ana ikhlas bekerja tanpa pembantu dan mendapatkan yang lebih baik dari sekadar khadimat dengan dzikir sebelum tidur. Namun, bolehkah saya punya khadimat ya ustadz masalahnya jadi ada non-mahram di rumah kami. Jazaakumullah Khair wa Barakallahu fikum, Wassallam

Neneng
Alamat: Jakarta Selatan
Email: nenengtxxxxx@yahoo.com

Ustadz Musyaffa Ad Darini,Lc. menjawab:


Bismillah, walhamdulillah wash shalatu wassalamu ala rasulillah, wa’ala alihi washahbihi wa man waalah, amma ba’du.

Semoga Allah mencurahkan rahmat, berkah dan taufiq-Nya kepada anda, karena semangat anda menetapi manhaj yang lurus ini, Amin. Agar lebih fokus dan mudah dipahami, jawaban pertanyaan anda kami jabarkan dalam poin-poin berikut ini:

Pertama: Islam adalah syariat yang diturunkan oleh Allah Sang Pencipta Manusia, hanya Dia-lah yang maha mengetahui seluk beluk ciptaan-Nya. Hanya Dia yang maha tahu mana yang baik dan memperbaiki hamba-Nya, serta mana yang buruk dan membahayakan mereka. Oleh karena itu, Islam menjadi aturan hidup manusia yang paling baik, paling lengkap dan paling mulia, Hanya Islam yang bisa mengantarkan manusia menuju kebaikan, kemajuan, dan kebahagiaan dunia akhirat. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rosul apabila dia menyerumu kepada sesuatu (ajaran) yang memberi kehidupan kepadamu“. (QS. Al-Anfal: 24).

Allah adalah Dzat yang maha pengasih, maha penyayang dan terus mengurusi makhluk-Nya, oleh karena itu Dia takkan membiarkan makhluknya sia-sia, Allah berfirman:

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

“Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa ada perintah, larangan dan pertanggung-jawaban)?!” (QS. Al-Qiyamah:36, lihat tafsir Ibnu Katsir 8/283).

Oleh karena itulah, Allah menurunkan syariat-Nya, dan mengharuskan manusia untuk menerapkannya dalam kehidupan, tidak lain agar kehidupan mereka menjadi lebih baik, lebih maju, lebih mulia, dan lebih bahagia di dunia dan di akhirat.

Kedua: Islam menjadikan lelaki sebagai kepala keluarga, di pundaknya lah tanggung jawab utama lahir batin keluarga. Islam juga sangat proporsional dalam membagi tugas rumah tangga, kepala keluarga diberikan tugas utama untuk menyelesaikan segala urusan di luar rumah, sedang sang ibu memiliki tugas utama yang mulia, yakni mengurusi segala urusan dalam rumah.

Norma-norma ini terkandung dalam firman-Nya:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Para lelaki (suami) itu pemimpin bagi para wanita (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (yang lelaki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (yang lelaki) telah memberikan nafkah dari harta mereka” (QS. An-Nisa: 34).

Begitu pula firman-Nya:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Hendaklah kalian (para istri) tetap di rumah kalian” (QS. Al-Ahzab:33).

Ahli Tafsir ternama Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan perkataannya: “Maksudnya, hendaklah kalian (para istri) menetapi rumah kalian, dan janganlah keluar kecuali ada kebutuhan. Termasuk diantara kebutuhan yang syar’i adalah keluar rumah untuk shalat di masjid dengan memenuhi syarat-syaratnya” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/409).

Inilah keluarga yang ideal dalam Islam, kepala keluarga sebagai penanggung jawab utama urusan luar rumah, dan ibu sebagai penanggung jawab utama urusan dalam rumah. Sungguh, jika aturan ini benar-benar kita terapkan, dan kita saling memahami tugas masing-masing, niscaya terbangun tatanan masyarakat yang maju dan berimbang dalam bidang moral dan materialnya, tercapai ketentraman lahir batinnya, dan juga teraih kebahagiaan dunia akhiratnya.

Ketiga: Bolehkah wanita bekerja?

Memang bekerja adalah kewajiban seorang suami sebagai kepala rumah tangga, tapi Islam juga tidak melarang wanita untuk bekerja. Wanita boleh bekerja, jika memenuhi syarat-syaratnya dan tidak mengandung hal-hal yang dilarang oleh syari’at.

Syaikh Abdul Aziz Bin Baz mengatakan: “Islam tidak melarang wanita untuk bekerja dan bisnis, karena Alloh jalla wa’ala mensyariatkan dan memerintahkan hambanya untuk bekerja dalam firman-Nya:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

“Katakanlah (wahai Muhammad), bekerjalah kalian! maka Alloh, Rasul-Nya, dan para mukminin akan melihat pekerjaanmu“ (QS. At-Taubah:105)

Perintah ini mencakup pria dan wanita. Alloh juga mensyariatkan bisnis kepada semua hambanya, Karenanya seluruh manusia diperintah untuk berbisnis, berikhtiar dan bekerja, baik itu pria maupun wanita, Alloh berfirman (yang artinya):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang tidak benar, akan tetapi hendaklah kalian berdagang atas dasar saling rela diantara kalian” (QS. An-Nisa:29),

Perintah ini berlaku umum, baik pria maupun wanita.

AKAN TETAPI, wajib diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan dan bisnisnya, hendaklah pelaksanaannya bebas dari hal-hal yang menyebabkan masalah dan kemungkaran. Dalam pekerjaan wanita, harusnya tidak ada ikhtilat (campur) dengan pria dan tidak menimbulkan fitnah. Begitu pula dalam bisnisnya harusnya dalam keadaan tidak mendatangkan fitnah, selalu berusaha memakai hijab syar’i, tertutup, dan menjauh dari sumber-sumber fitnah.

Karena itu, jual beli antara mereka bila dipisahkan dengan pria itu boleh, begitu pula dalam pekerjaan mereka. Yang wanita boleh bekerja sebagai dokter, perawat, dan pengajar khusus untuk wanita, yang pria juga boleh bekerja sebagai dokter dan pengajar khusus untuk pria. Adapun bila wanita menjadi dokter atau perawat untuk pria, sebaliknya pria menjadi dokter atau perawat untuk wanita, maka praktek seperti ini tidak dibolehkan oleh syariat, karena adanya fitnah dan kerusakan di dalamnya.

Bolehnya bekerja, harus dengan syarat tidak membahayakan agama dan kehormatan, baik untuk wanita maupun pria. Pekerjaan wanita harus bebas dari hal-hal yang membahayakan agama dan kehormatannya, serta tidak menyebabkan fitnah dan kerusakan moral pada pria. Begitu pula pekerjaan pria harus tidak menyebabkan fitnah dan kerusakan bagi kaum wanita.

Hendaklah kaum pria dan wanita itu masing-masing bekerja dengan cara yang baik, tidak saling membahayakan antara satu dengan yang lainnya, serta tidak membahayakan masyarakatnya.

Kecuali dalam keadaan darurat, jika situasinya mendesak seorang pria boleh mengurusi wanita, misalnya pria boleh mengobati wanita karena tidak adanya wanita yang bisa mengobatinya, begitu pula sebaliknya. Tentunya dengan tetap berusaha menjauhi sumber-sumber fitnah, seperti menyendiri, membuka aurat, dll yang bisa menimbulkan fitnah. Ini merupakan pengecualian (hanya boleh dilakukan jika keadaannya darurat). (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikh Bin Baz, jilid 28, hal: 103-109)

Keempat: Ada hal-hal yang perlu diperhatikan, jika istri ingin bekerja, diantaranya:

1. Pekerjaannya tidak mengganggu kewajiban utamanya dalam urusan dalam rumah, karena mengurus rumah adalah pekerjaan wajibnya, sedang pekerjaan luarnya bukan kewajiban baginya, dan sesuatu yang wajib tidak boleh dikalahkan oleh sesuatu yang tidak wajib.

2. Harus dengan izin suaminya, karena istri wajib mentaati suaminya.

3. Menerapkan adab-adab islami, seperti: Menjaga pandangan, memakai hijab syar’i, tidak memakai wewangian, tidak melembutkan suaranya kepada pria yang bukan mahrom, dll.

4. Pekerjaannya sesuai dengan tabi’at wanita, seperti: mengajar, dokter, perawat, penulis artikel, buku, dll.

5. Tidak ada ikhtilat di lingkungan kerjanya. Hendaklah ia mencari lingkungan kerja yang khusus wanita, misalnya: Sekolah wanita, perkumpulan wanita, kursus wanita, dll.

6. Hendaklah mencari dulu pekerjaan yang bisa dikerjakan di dalam rumah. Jika tidak ada, baru cari pekerjaan luar rumah yang khusus di kalangan wanita. Jika tidak ada, maka ia tidak boleh cari pekerjaan luar rumah yang campur antara pria dan wanita, kecuali jika keadaannya darurat atau keadaan sangat mendesak sekali, misalnya suami tidak mampu mencukupi kehidupan keluarganya, atau suaminya sakit, dll.

Kelima: Jawaban pertanyaan anda sangat bergantung dengan pekerjaan dan keadaan anda.

Apa suami mengijinkan anda untuk bekerja? Apa pekerjaan anda tidak mengganggu tugas utama anda dalam rumah? Apa tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan dalam rumah? Jika lingkungan kerja anda sekarang keadaannya ikhtilat (campur antara pria dan wanita), apa tidak ada pekerjaan lain yang lingkungannya tidak ikhtilat? Jika tidak ada, apa anda sudah dalam kondisi darurat, sehingga apabila anda tidak bekerja itu, anda akan terancam hidupnya atau paling tidak hidup anda akan terasa berat sekali bila anda tidak bekerja? Jika memang demikian, sudahkah anda menerapkan adab-adab islami ketika anda keluar rumah? InsyaAllah dengan uraian kami di atas, anda bisa menjawab sendiri pertanyaan anda.

Memang, seringkali kita butuh waktu dan step by step dalam menerapkan syariat dalam kehidupan kita, tapi peganglah terus firman-Nya:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Bertaqwalah kepada Alloh semampumu!” (QS. At-Taghabun:16)

dan firman-Nya (yang artinya):

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ

“Jika tekadmu sudah bulat, maka tawakkal-lah kepada Alloh!” (QS. Al Imran:159),

juga sabda Rasul -shallallahu alaihi wasallam- “Ingatlah kepada Allah ketika dalam kemudahan, niscaya Allah akan mengingatmu ketika dalam kesusahan!” (HR. Ahmad, dan di-shahih-kan oleh Albani), dan juga sabdanya:

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا أَعْطَاكَ اللَّهُ خَيْرًا مِنْهُ (رواه أحمد وقال الألباني: سنده صحيح على شرط مسلم)

“Sungguh kamu tidak meninggalkan sesuatu karena takwamu kepada Alloh azza wajall, melainkan Alloh pasti akan memberimu ganti yang lebih baik darinya” (HR. Ahmad, dan di-shahih-kan oleh Albani).

Terakhir: Kadang terbetik dalam benak kita, mengapa Islam terkesan mengekang wanita?!

Inilah doktrin yang selama ini sering dijejalkan para musuh Islam, mereka menyuarakan pembebasan wanita, padahal dibalik itu mereka ingin menjadikan para wanita sebagai obyek nafsunya, mereka ingin bebas menikmati keindahan wanita, dengan lebih dahulu menurunkan martabatnya, mereka ingin merusak wanita yang teguh dengan agamanya agar mau mempertontonkan auratnya, sebagaimana mereka telah merusak kaum wanita mereka.

Lihatlah kaum wanita di negara-negara barat, meski ada yang terlihat mencapai posisi yang tinggi dan dihormati, tapi kebanyakan mereka dijadikan sebagai obyek dagangan hingga harus menjual kehormatan mereka, penghias motor dan mobil dalam lomba balap, penghias barang dagangan, pemoles iklan-iklan di berbagai media informasi, dll. Wanita mereka dituntut untuk berkarir padahal itu bukan kewajiban mereka, sehingga menelantarkan kewajiban mereka untuk mengurus dan mendidik anaknya sebagai generasi penerus. Selanjutnya rusaklah tatanan kehidupan masyarakat mereka. Tidak berhenti di sini, mereka juga ingin kaum wanita kita rusak, sebagaimana kaum wanita mereka rusak lahir batinnya, dan diantara langkah awal menuju itu adalah dengan mengajak kaum wanita kita -dengan berbagai cara- agar mau keluar dari rumah mereka.

Cobalah lihat secuil pengakuan orang barat sendiri, tentang sebab rusaknya tatanan masyarakat mereka berikut ini:

Lord Byron: “Andai para pembaca mau melihat keadaan wanita di zaman yunani kuno, tentu anda akan dapati mereka dalam kondisi yang dipaksakan dan menyelisihi fitrahnya, dan tentunya anda akan sepakat denganku, tentang wajibnya menyibukkan wanita dengan tugas-tugas dalam rumah, dibarengi dengan perbaikan gizi dan pakaiannya, dan wajibnya melarang mereka untuk campur dengan laki-laki lain”.

Samuel Smills: “Sungguh aturan yang menyuruh wanita untuk berkarir di tempat-tempat kerja, meski banyak menghasilkan kekayaan untuk negara, tapi akhirnya justru menghancurkan kehidupan rumah tangga, karena hal itu merusak tatanan rumah tangga, merobohkan sendi-sendi keluarga, dan merangsek hubungan sosial kemasyarakatan, karena hal itu jelas akan menjauhkan istri dari suaminya, dan menjauhkan anak-anaknya dari kerabatnya, hingga pada keadaan tertentu tidak ada hasilnya kecuali merendahkan moral wanita, karena tugas hakiki wanita adalah mengurus tugas rumah tangganya…”.

Dr. Iidaylin: “Sesungguhnya sebab terjadinya krisis rumah tangga di Amerika, dan rahasia dari banyak kejahatan di masyarakat, adalah karena istri meninggalkan rumahnya untuk meningkatkan penghasilan keluarga, hingga meningkatlah penghasilan, tapi di sisi lain tingkat akhlak malah menurun… Sungguh pengalaman membuktikan bahwa kembalinya wanita ke lingkungan (keluarga)-nya adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan generasi baru dari kemerosotan yang mereka alami sekarang ini”. (lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, jilid 1, hal: 425-426)

Lihatlah, bagaimana mereka yang obyektif mengakui imbas buruk dari keluarnya wanita dari rumah untuk berkarir… Sungguh Islam merupakan aturan dan syariat yang paling tepat untuk manusia, Aturan itu bukan untuk mengekang, tapi untuk mengatur jalan hidup manusia, menuju perbaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat… Islam dan pemeluknya, ibarat terapi dan tubuh manusia, Islam akan memperbaiki keadaan pemeluknya, sebagaimana terapi akan memperbaiki tubuh manusia… Islam dan pemeluknya, ibarat UU dan penduduk suatu negeri, Islam mengatur dan menertibkan kehidupan manusia, sebagaimana UU juga bertujuan demikian…

Jadi Islam tidak mengekang wanita, tapi mengatur wanita agar hidupnya menjadi baik, selamat, tentram, dan bahagia dunia akhirat. Begitulah cara Islam menghormati wanita, menjauhkan mereka dari pekerjaan yang memberatkan mereka, menghidarkan mereka dari bahaya yang banyak mengancam mereka di luar rumah, dan menjaga kehormatan mereka dari niat jahat orang yang hidup di sekitarnya…

Sekian jawaban kami, wallahu a’lamsemoga bermanfaat dan bisa dimengerti. wassalam.


Penulis: Ustadz Musyaffa’ Addariny

.::Sumber: UstadzKholid.Com KonsultasiSyariah.com::.

Bila Ijazah Hasil Mencontek untuk Kerja


Semoga bermanfaat dan semoga kita tak lagi menyepelekan hal-hal yang kecil, Amin....

السؤال :
ما حكم الراتب من عمل حصل عليه بشهادات خبرة مزورة ثم أتقن العمل بعد ذلك ، فأول ما توظف بشهادات خبرة <مزورة ثم بعد ستة أشهر أتقن العمل مثله مثل أي واحد عنده شهادات حقيقية ، فراتبه بعد الإتقان ما حكمه ؟ Pertanyaan:

“Apa hukum gaji yang didapat oleh orang yang bekerja dengan dasar ijazah keterampilan yang palsu, namun pada akhirnya mampu menguasai keahlian tersebut. Ada orang yang masuk kerja dengan ijazah keterampilan yang dipalsukan, kemudian setelah enam bulan bekerja dia mampu menguasai pekerjaan ini. Kemampuan yang dia miliki pada akhirnya sama persis dengan pekerja yang memiliki ijazah asli. Apa hukum gaji pegawai semacam ini setelah dia menguasai pekerjaannya?”

الجواب :
الحمد لله عرضنا هذا السؤال على فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين حفظه الله فكان هذا الحوار :

Jawaban:

“Pertanyaan ini telah kami (Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid) sampaikan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan terjadilah dialog sebagai berikut:

الشيخ : أنا رأيي أنه لابد أن يَختبر ، إلا إذا كان غشّ في مادة من المواد التي لا علاقة لها في عمله .

Ibnu Utsaimin mengatakan,
“Menurutku pegawai tersebut harus dites ulang, kecuali jika dia hanya melakukan kecurangan ujian (baca: nyontek atau yang lain) pada mata kuliah yang tidak memiliki hubungan dengan pekerjaannya”.

سؤال : هذا مثلا طالب ثانوي زوّر شهادة جامعة - أربع سنوات - .. ؟

Pertanyaan, “Bagaimana dengan orang yang memiliki ijazah sarjana, namun ketika ujian dia melakukan kecurangan?”

الشيخ : العبرة على السنة الأخيرة التي فيها الشهادة ، يعني مثلا لو قدّرنا أنه غشّ في كل المستويات إلا الأخير كفى .

Jawaban Ibnu Utsaimin,
“Yang jadi tolak ukur adalah tahun terakhir. Artinya, seandainya ada orang yang melakukan kecurangan dalam ujian kecuali pada ujian semester terakhir, maka ijazahnya tidaklah bermasalah”.

Catatan: Fatwa beliau ini berlaku jika transkip ijazah hanya berdasarkan nilai di semester terakhir.

- : يعني أربعة والفصل الأخير لم يغش فيه ؟

Pertanyaan,
“Dengan kata lain, selain kuliah selama empat tahun tidak melakukan kecurangan dalam ujian hanya pada semester terakhir saja?”

الشيخ : نعم ، الذي هو يأخذ عليه الشهادة .

Ibnu Utsaimin,
“Betul, yang jadi tolak ukur adalah nilai semester yang dimasukkan ke dalam ijazah.”

- : لو كانت الشهادة كلها - حسب سؤاله - أصلا مزورة ، بمعنى انه لم يدرس جامعة أصلا ؟ أو درس تخصصأ آخر - مثلا واحد درس تجارة وأتى لهم بشهادة كمبيوتر مزورة وأتقن العمل - حسب سؤاله - أنه أتقن العمل بعد ذلك ، لكنه لم يغش في آخر فصل مثلا بل لم يدرس هذا التخصص أصلا ؟

Pertanyaan,
“Bagaimana jika ijizah orang tersebut palsu, artinya dia sama sekali belum pernah mengenyam bangku kuliah? Atau jurusan kuliah yang yang sebenarnya berbeda dengan ijazahnya, misalnya ada orang yang kuliah di fakultas ekonomi, namun punya ijazah sarjana komputer yang palsu, kemudian setelah beberapa saat bekerja di bidang komputer akhirnya dia mahir dalam bidang komputer?

الشيخ : لا يجوز ، لابد الآن - مادام أنه أتقن العمل - لابد له أن يختبر .

Ibnu Utsaimin,
“Tidak boleh baginya untuk bekerja di bidang tersebut, namun sekarang setelah dia mengusai bidang tersebut maka dia harus dites ulang oleh perusahaan tempat dia bekerja.”

- : طبعا الشركة لا علاقة لها بالجامعة ، فتقصد أنه يخرج من العمل ؟

Pertanyaan,
“Tentu perusahaan tidak memiliki kaitan dengan pihak universitas. Menurut Anda orang tersebut harus keluar dari tempat dia bekerja?”

الشيخ : يخرج من العمل أو إذا كان عنده استعداد الآن أن يقدم اختبار في المواد ، أو إذا كانت الشركة لا يهمها أن يكون جامعيا أو غير جامعي فلابد أن يختبر في طبيعة العمل .

Ibnu Utsaimin,
“Ada beberapa pilihan,

1. Keluar dari tempat kerja,
2. Jika saat ini orang tersebut memiliki kesiapan, hendaknya dia mengajukan diri kepada perusahaan agar mengetesnya terkait dengan mata kuliah yang sangat berhubungan dengan dunia kerja yang dia geluti saat ini,
3. Atau jika perusahaan tidak mempermasalahkan apakah dia sarjana ataukah bukan sarjana, maka orang tersebut hendaknya dites ulang tentu kemampuannya bekerja di bidangnya saat ini”

- : إذن يقول للشركة اختبروني ؟

Pertanyaan,
“Jadi pegawai tersebut harus mengatakan kepada pihak perusahaan, ‘Adakan tes ulang untuk diriku.’”?

الشيخ : نعم ، يقول : أنا أريد أن أتأكد من خبرتي ، فأجروا لي اختبارا .

Ibnu Utsaimin,
“Betul, hendaknya dia sampaikan kepada pihak perusahaan, ‘Aku ingin memastikan kemampuan dalam bekerja, maka tolong adakan tes ulang tentang kemampuan kerjaku.’”

- : وليس اختبار الجامعة

Pertanyaan,
“Jadi, tes yang dimaksudkan di sini bukan tes yang dilakukan oleh pihak universitas?”

الشيخ : هم لا يهمهم جامعي أو غير جامعي .

Ibnu Utsaimin,
“Betul, pihak perusahaan tidaklah peduli apakah karyawannya itu sarjana ataukah bukan.”

- : هم مشترطون في الوظيفة أصلا أن يكون جامعيا وعنده شهادة في الكمبيوتر .

Pertanyaan,
“Bagaimana dengan perusahaan yang mempersyaratkan sarjana dan memiliki ijazah dalam bidang komputer untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut?”

الشيخ : معناه شرطان ، أن يكون جامعيا وأن يكون عنده خبرة في الكمبيوتر ، معناه لابد أن يأخذ شهادة جامعة .

Ibnu Utsaimin,
“Jadi, ada dua kriteria

1. Sarjana,
2. Memiliki kemampuan di bidang komputer. Dengan kata lain orang tersebut harus benar-benar memiliki ijazah sarjana yang asli.”

- : إذن لابد أن يقول لهم أنا زورت الشهادة ، فتقبلوا بوضعي الآن بعدما أتقنت العمل أو أخرج . يعني لابد أن يبين لهم .

Pertanyaan,
“Jadi, si pegawai harus menyampaikan kepada pihak perusahaan bahwa dia masuk kerja dengan ijazah palsu? Sehingga perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menerima keadaan orang tersebut saat ini, karena dia saat ini telah menguasai bidang yang dia tangani atau pegawai tersebut keluar kerja. Dengan kata lain, si pegawai harus menjelaskan kepada tempat dia bekerja keadaan dirinya yang sebenarnya?”

الشيخ : نعم . أهـ ، الله اعلم .

Ibnu Utsaimin,
“Betul.”

الإسلام سؤال وجواب (www.islam-qa.com)

سؤال : 6418 : غش في اختبارات الشهادة الجامعية وتوظّف بها .


Curang dalam Ujian untuk Mendapatkan Ijazah Sarjana, Lalu Bekerja dengan Ijazah Tersebut

السؤال :
جاء بشهادة جامعية مزورة تعين في العمل بناءً عليها ، وآخر جاء بشهادة جامعية صحيحة لكن قد غش في بعض امتحاناتها ، وآخر زوّر ورقة من متطلبات العمل كشهادة الخبرة ، وقد عملوا وفهموا العمل تماماً ، فماذا يفعل كل من أصحاب هذه الحالات وقد تابوا ؟ علماً أن بعض الأعمال حكومية وبعضها شركات خاصة .

Pertanyaan:


Ada orang yang bekerja dengan sebab ijazah sarjana yang palsu. Ada juga yang memiliki ijazah sarjana yang asli, namun pernah menyontek pada salah satu ujian semesteran. Ada juga yang melengkapi persyaratan kerja berupa ijazah ketrampilan atau profesi palsu. Mereka semua telah bekerja dan menguasai pekerjaannya dengan baik. Apa yang harus dilakukan mereka bertiga setelah mereka bertaubat? Perlu diketahui bahwa sebagian diantara mereka PNS, namun ada juga yang bekerja di perusahaan swasta.

الجواب :
الحمد لله عرضنا هذا السؤال على فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين فأجاب حفظه الله :
كل ما بُنِيَ على باطل فهو باطل ، وعلى هؤلاء أن يعيدوا الامتحان في الشهادة التي بني عليها راتبه . ولكن إذا قُدِّرَ أن الشهادة الأخيرة ليس فيها غش وكانوا يغشون في المراحل التي قبلها فهذا أرجو الله أن لا يكون فيه بأس .

Jawaban:


Pertanyaan di atas telah kami sampaikan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dan jawaban beliau adalah sebagai berikut, “Jika pondasi rusak, maka bangunannya tentu rusak. Kewajiban ketiga jenis orang di atas adalah mengulang ujian untuk mendapatkan ijazah yang dengan sebab ijazah tersebut mereka bisa mendapatkan gaji. Namun, seandainya saat ujian semester terakhir orang tersebut tidak menyontek dan menyontek hanya dilakukan pada semester-semester sebelumnya, maka aku berharap orang tersebut tidak berdosa disebabkan gaji yang didapatkan dengan ijazah semacam itu”.

س : لكن الشهادة تمنح على جميع المقررات المدروسة خلال سنوات الدراسة .

Pertanyaan,
“Namun, nilai yang diberikan di ijazah atau di transkip nilai adalah nilai untuk semua mata kuliah yang diajarkan selama masa belajar”.

ج : إذاً لا يجوز حتى يعيد الاختبار على وجه سليم .

Ibnu Utsaimin, “Jika demikian, orang tersebut tidak boleh menerima gajinya, sehingga dia mengulang semua ujian tanpa contekkan”.

س : الآن عملياً لو تقدم للجامعة وقال لهم أريد أن أعيد الاختبار لقالوا له إن النظام لا يسمح له بذلك ؟

Pertanyaan, “Namun realitanya, andai orang tersebut menghadap ke pihak universitas dan menyampaikan keinginannya untuk melakukan ujian ulang, maka pihak universitas akan mengatakan bahwa sistem pembelajaran yang ada tidak mengizinkan hal semacam itu”.

ج : إذاً يستقيل من العمل ثم يعمل على حسب الشهادة التي ليس فيها غش ، كشهادة الثانوية مثلاً .

Ibnu Utsaimin,
“Jika demikian, hendaknya orang tersebut keluar dari tempat kerjanya, kemudian mencari pekerjaan baru sesuai dengan ijazah sekolah yang tidak tercemar dengan menyontek atau melakukan kecurangan ketika ujian”.

س : الآن هو يقول : أنا فهمت العمل تماماً ، وخبرتي في العمل تؤهلني للعمل حتى بدون الشهادة ؟

Pertanyaan,
“Bagaimana jika pegawai tersebut mengatakan bahwa dia telah mengusai pekerjaan dengan baik dan kemampuannya dalam bekerja menyebabkan dia berhak untuk bekerja meski tidak memiliki ijazah?”

ج : إذاً يقدِّم للمسؤولين في المصلحة التي يعمل فيها ، ويقول القضية كذا وكذا ، فإذا أذنوا له بالاستمرار بناءً على أنه أجاد العمل ، فأرجو أن لا يكون في هذا بأس .

Ibnu Utsaimin,
“Jika demikian, hendaknya dia melapor ke bagian personalia tempat dia bekerja dan menyampaikan bahwa realita senyatanya dari ijazahnya adalah demikian dan demikian. Jika pihak tempat dia bekerja mengizinkan orang tersebut untuk tetap bekerja di tempat tersebut dengan pertimbangan bahwa dia telah menguasai pekerjaan dengan baik, maka aku berharap semoga dia tidak berdosa jika tetap bekerja di tempat tersebut”.

الإسلام سؤال وجواب www.islam-qa.com

Sumber: http://www.saaid.net/Doat/Zugail/27.htm

.::Dipublikasikan oleh: PengusahaMuslim.Com::.

Bagaimanakah Hukum KB?


Bagi yang sudah berkeluarga Insyalloh ini adalah tambahan ilmu dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Bagi yang belum untuk referensi dimasa yang akan datang.Selamat membaca, semoga bermanfaat, Amin....

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum,
Ustadz tolong dijelaskan tentang hukum Keluarga Berencana, cara mendakwahkannya, dan berikan permasalahan KB terkini. Sebelumnya ana ucapkan terima kasih.

Jawaban:

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan seluruh orang yang mengamalkan sunnahnya hingga hari kiamat.

Langsung saja, KB (Keluarga Berencana, yaitu membatasi jumlah anak, hanya dua saja, atau tiga atau lainnya), suatu kata-kata manis, indah, nan menggiurkan, akan tetapi sebenarnya merupakan makar dan perangkap yang dipropagandakan oleh musuh-musuh Alloh, dan kemudian diikuti oleh banyak kaum muslimin yang kurang menyadari akan maksud dan kandungannya.

Untuk sedikit mengetahui batu di balik udang dari alasan program KB ini, maka saya harapkan kepada para pembaca untuk mengingat kemudian merenungkan alasan yang senantiasa dijadikan dasar bagi program ini: yaitu alasan takut tidak mampu membiayai anak-anak, dan takut tersibukkan dengan mendidik mereka. Saudara-saudaraku yang semoga senantiasa dirahmati Alloh, renungkanlah firman Alloh Ta’ala berikut ini:

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepada kamu.” (QS. Al Isra’: 31)

Saudara-saudaraku, kita sebagai umat yang beriman kepada Alloh ta’ala, Dzat Yang Maha Memberi rezeki, hendaknya juga percaya bahwa ketika Alloh menciptakan manusia, Alloh Ta’ala juga telah mempersiapkan untuknya segala yang akan ia dapatkan selama hidup di dunia, sehingga tidaklah ada sesuap makanan yang masuk ke dalam mulutnya, melainkan sebagian dari rezeki yang telah Alloh tuliskan untuknya. Alloh ta’ala tidak pernah menciptakan satu manusia pun tanpa jatah rezeki, bahkan semenjak kita masih di dalam perut ibu kita masing-masing, Alloh telah mengutus seorang malaikat untuk menuliskan jatah rezeki kita:

“Sesungguhnya penciptaan setiap orang dari kamu di dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk air mani, kemudian berubah menjadi segumpal darah semasa itu juga (selama 40 hari), kemudian menjadi segumpal daging semasa itu juga (selama 40 hari), kemudian Alloh mengutus seorang malaikat, dan ia diperintahkan dengan empat hal, dan dikatakan kepadanya: tuliskanlah amalannya, rezekinya, ajalnya, dan bahagia atau sengsara.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Inilah kejadian yang sebenarnya terjadi, yaitu masing-masing kita telah mendapat jatah rezeki, yang tidak mungkin berkurang atau bertambah, oleh karena itu tidak ada alasan untuk khawatir akan kekurangan rezeki karena memiliki banyak anak. Masing-masing anak kita lahir dengan membawa jatah rezekinya sendiri-sendiri. Kita tidak akan mengurangi jatah rezeki anak kita, sebagaimana anak kita tidak akan mengurangi jatah rezeki kita. Bahkan tidaklah ada orang yang mati, melainkan bila jatah rezekinya telah ia dapatkan semuanya dengan sempurna:

“Sesungguhnya Ar Ruh Al Amin (Malaikat Jibril) telah membisikkan dalam kalbuku, bahwasanya tidaklah ada seorang jiwa pun yang mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, maka hendaknya kalian membaguskan permohonan.” (As Syafi’i, Ibnu Majah, Al Bazzar, At Thabrany, dan Al Baihaqi, dan dishahihkan oleh Al Albani)

Sehingga alasan program KB bertentangan atau bertujuan mengikis habis dan tuntas keimanan kepada Alloh, dan takdir bahwa rezeki telah diatur dan ditentukan oleh Alloh ta’ala.

Apalagi bila kita menelusuri sejarah awal mulanya program KB di dunia, dan penerapan program ini di berbagai negara. Program ini dicetuskan untuk membatasi dan menghambat pertumbuhan umat islam, sehingga melemahkan kekuatan mereka. Oleh karena itu program ini dengan keras ditentang oleh gereja, dan tidak diterapkan di kebanyakan negara-negara Nasrani dan Yahudi.

“Nikahilah olehmu wanita yang penyayang dan subur (dapat melahirkan banyak anak) karena aku akan berbangga-bangga dengan kalian di hadapan umat-umat lain.” (Ahmad, Abu Dawud dan disahihkan oleh Al Albani)

Jumlah kaum muslimin yang besar merupakan salah sumber kekuatan dalam menghadapi musuh-musuh agama Islam, oleh karena itu kita berkewajiban menumbuhkan generasi penerus dan pejuang yang memperjuangkan agama, baik melalui pendidikan aqidah, atau melalui memperbanyak jumlah generasi penerus umat islam.

Adapun teori yang mengatakan bahwa perkembangan manusia lebih cepat dibanding perkembangan ekonomi, sampai-sampai perbandingannya 1 berbanding 2 atau lebih, ini merupakan kedustaan belaka. Sebab bila kita amati, kenyataan masyarakat di sekitar kita, niscaya kita dapatkan bahwa teori ini dusta dan tidak sesuai dengan kenyataan. Sebab betapa banyak jumlah orang kaya yang hartanya melimpah ruah, sedangkan orang-orang miskin jumlahnya lebih sedikit dibanding mereka. Akan tetapi karena orang-orang kaya tidak mau menjalankan kewajiban menyantuni orang miskin, baik melalui zakat yang wajib atau shadaqoh sunnah, maka terjadilah kesenjangan sosial yang tidak berbanding. Seandainya kewajiban zakat ditunaikan dengan baik, niscaya berbagai kemiskinan dan permasalahan terkait akan terkendalikan.

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa dan menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (QS. Al A’raf: 156)

Pada ayat di atas Alloh menegaskan bahwa salah satu syarat diturunkannya rahmat dan kemurahan Alloh ta’ala ialah menunaikan zakat. Sehingga bila seluruh kaum muslimin yang memiliki kekayaan sudi menunaikan zakat mereka, pasti rahmat Alloh ta’ala akan senantiasa menyertai kehidupan kita. Dan bila rahmat Alloh telah menyertai kehidupan kita, niscaya kemiskinan dan berbagai problematika akan dapat dituntaskan.

Akan tetapi pada kenyataannya, kita enggan untuk menunaikan zakat, sehingga yang turun dari langit bukanlah rahmat dari Alloh, akan tetapi bencana dan petaka. Hujan yang turun dari langit bukannya membawa kebaikan, akan tetapi membawa bencana, berbagai bencana alam yang diakibatkan oleh hujan sering menimpa negeri kita. Dan di lain kesempatan, petaka kekeringan sering menimpa berbagai daerah di negeri kita, padahal, dahulu negeri kita terkenal sebagai negeri yang subur dan makmur. Fenomena ini seakan-akan membuktikan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidaklah mereka enggan menunaikan zakat harta mereka, melainkan mereka akan dihalangi untuk mendapatkan hujan dari langit, dan kalau bukan karena binatang ternak, niscaya mereka tidak akan pernah diberi hujan.” (HR. Ibnu Majah dan Al Baihaqi, dan disahihkan oleh Al Albani)

Kita semua dapat membayangkan berapa besar jumlah zakat yang akan terkumpul dari seluruh kaum muslimin, dan berapa banyak kaum fakir dan miskin yang akan terentaskan dari kemiskinan.

Dan bila kita, menginginkan kemakmuran yang sejati, maka hendaknya kita menyingkirkan ajaran syirik, kemaksiatan, dan menggantikannya dengan keimanan, tauhid dan amal saleh. Bila hal ini telah terwujud, maka kita -insya Alloh- akan dapat menggapai janji Alloh ta’ala berikut:

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am: 82)

Dan janji berikutnya:

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raf: 96)

Saudara-saudaraku semuanya, hendaknya kita senantiasa mengembalikan segala urusan kita kepada ajaran syariat kita, agar kita tidak terperangkap oleh jaring-jaring setan dan pengikutnya.

Sebelum jawaban ini saya tutup, saya akan mengingatkan para pembaca bahwa hakikat KB adalah seperti yang telah saya isyaratkan dengan ringkas di atas, yaitu membatasi jumlah anak. Dan telah saya jelaskan bahwa ini tidak boleh dan bertentangan dengan syariat Islam. Akan tetapi walau demikian, para ulama’ membedakan antara membatasi dengan mengatur jarak kelahiran, dengan tujuan agar lebih ringan dalam mengatur dan merawat mereka, atau karena alasan medis, misalnya karena ada gangguan dalam rahim atau yang serupa, (ingat sekali lagi: bukan untuk membatasi jumlah anak). Bila yang dilakukan adalah semacam ini, yaitu mengatur jarak kelahiran anak, dan dengan tujuan seperti disebutkan, maka para ulama’ membolehkannya, dan tidak haram. Karena tidak bertujuan untuk memutus keturunan, atau membatasi jumlahnya. Wallohu’ a’lam bisshowab.

***

Penanya: Agung DN.
Dijawab Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Badri

.:::Sumber: muslim.or.id KonsultasiSyariah.com:::.

Kebenaran Hadits Tentang Lalat


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pernyataan hadits yang dulu sangat dilecehkan kebenarannya oleh banyak orang terutama dari kalangan ilmuwan barat, tapi seiring kemajuan zaman dan tehnologi maka terbuktilah kebenaran hadits tersebut, semoga bermanfaat.



KEAJAIBAN SEEKOR LALAT DALAM HADITS


Hadits Abu Hurairah

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِيْ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ

فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ثُمَّ لِيَطْرَحْهُ فَإِنَّ فِيْ إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِيْ الآخَرِ

شِفَاءً

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: “Apabila lalat jatuh di bejana salah satu diantara kalian maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat penawarnya”.




Hadits Riwayat Anas bin Malik

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ : إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِيْ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ فَإِنَّ فِيْ

أَحَدِ جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِيْ الآخَرِ شِفَاءً

Dari Anas bahwasanya Nabi bersabda: “Apabila lalat jatuh pada bejana salah satu diantara kalian, maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat obat”.




“Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya.”
(HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad)


Penelitian ilmiah membuktikan bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil berukuran sekitar 20-25 mili-mikron yang dinamakan Bakteri Yofaj, tempat tumbuhnya bakteri pembunuh. Tapi lalat juga sesungguhnya membuat bakteri penyembuhnya.

Dalam ‘Kajian Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah’ yang diketuai oleh Prof. Dr. Abdul Majid Az-Zindani meneliti bahwa memang pada sayap kiri lalat terdapat berbagai macam virus yang mematikan. Mereka berusaha mematikan viris-virus tersebut dengan cara-cara konvensional dan menemukan kegagalan. Namun ketika mereka memasukkan sayap kanan lalat mereka melihat perubahan signifikan. Seluruh virus apapun yang dibawa oleh sayap kiri lalat ternyata musnah dan mati akibat obat yang terdapat pada sayat kanan.(Subhanallah... J)

Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Universitas Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang “hadits lalat ini” dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Baru di zaman sekarang, para pakar penyakit bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepalanya bahwa obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.

“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS.Al-Hajj 22 : 73)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


M.Taufik Hidayat.

.::Sumber:Milist Pengusaha Muslim::.

Nasional

More on this category »

Politik

More on this category »

Kematian

More on this category »

Hadits

More on this category »

Tekno

More on this category »

Tokoh

More on this category »

Keluarga

More on this category »

Jual Beli

More on this category »

Dunia

More on this category »

Unik

More on this category »

Kesehatan

More on this category »

Cinta

More on this category »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jurnal Muslim - Catatan Harian Muslim Indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger